Psikologi Ceria^^

It's all about Psikologi..

Teori Erich Fromm April 25, 2010

Filed under: Uncategorized — punyabunga @ 6:32 am

Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus di definisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Karena itu kesehatan psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha masyarakat. Faktor kunci ialah bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.

Sebagai hasil perkembangan dari analisis-analisis historisnya, Fromm melukiskan hakikat keadaan manusia sebagai kesepian dan ketidakberartian. Menurut Fromm, kita adalah makhluk yang unik dan kesepian. Sebagai akibat evolusi kita dari binatang-binatang yang lebih rendah, kita tidak lagi bersatu dengan alam, kita telah mengatasi alam. Tidak seperti tingkah laku binatang, tingkah laku kita tidak terikat pada mekanisme-mekanisme instinktif. Akan tetapi perbedaan yang sangat penting antara manusia dan binatang yang lebih rendah terletak pada kemampuan kita akan kesadaran diri, pikiran, dan khayal. Kita mengetahui bahwa kita akhirnya tidak berdaya, kita akan mati, dan terpisah dari alam.

Terdapat kebebasan kepribadian yang lebih besar dalam interaksi-interaksi dengan orang-orang lain, dan peranan-peranan sosial lebih fleksibel. Orang lebih mampu memilih kehidupan pribadi. Tentu saja, kita mencapai perasaan bebas yang lebih besar dengan mengorbankan ikatan-ikatan yang telah memberikan perasaan aman dan perasaan memiliki. Akibatnya, ciri kondisi manusia ialah perasaan isolasi dan alienasi, tidak hanya dari alam tetapi juga dari masyarakat dan sesama kita manusia. Kita bebas dari perbudakan dan tata tertib sosial yang kaku, tetapi karena kita semakin tidak aman, maka kita tidak bebas mengembangkan potensi-potensi kita yang penuh, hakikat yang penuh dari diri kita.

Ada lima kebutuhan spesifik yang berasal dari kondisi eksistensi manusia, yakni:

  • Kebutuhan akan keterhubungan.

Manusia harus menciptakan hubungan-hubungan mereka sendiri, yang paling memberikan kepuasan adalah ubungan-hubungan yang didasarkan cinta produktif. Cinta produktif selalu mengandung perhatian, tanggung jawab, respek, dan pemahaman timbal balik.

  • Kebutuhan akan transendensi.

Dorongan transendensi adalah kebutuhan orang untuk mengatasi kodrat binatangnya, untuk menjadi orang yang kreatif dan bukan hanya menjadi makhluk belaka. Fromm menunjukkan bahwa cinta dan benci bukan dorongan yang berlawanan; kedua dorongan itu merupakan jawaban terhadap kebutuhan orang untuk mengatasi kodrat binatangnya.

  • Kebutuhan akan keterberakaran.

Manusia mendambakan akar-akar alamiah; mereka ingin menjadi bagian integral dunia, merasakan bahwa mereka memilikinya.

  • Kebutuhan akan identitas.

Setiap orang ingin memiliki suatu perasaan identitas pribadi, menjadi seorang individu yang unik. Apabila orang tidak bisa mencapai tujuan ini melalui usaha kreatifnya sendiri, ia bisa mendapatkan ciri tertentu dengan mengidentifikasikan diri dengan orang atau kelompok lain.

  • Kebutuhan akan kerangka orientasi.

Manusia perlu memiliki suatu kerangka acuan, yakni suatu cara yang stabil dan konsisten dalam memandang dan memahami dunia.

Contoh Perilaku :

Fakta yang menjadi problem manusia di Eropa dan Amerika, yaitu tingginya angka bunuh diri di kalangan lansia di negara yang berjaya di bidang ekonomi. Meski mereka hidup di panti werdha yang memadai bersama dengan orang orang seusia mereka serta mendapatkan jaminan sosial, namun mereka  banyak yang memutuskan untk bunuh diri, Kebutuhan utama manusia yaitu menyembah Tuhan Ynag Maha Esa,apalagi pada usia-usia lanjut. Pada saat itu belum terpenuhi pada peradaban barat.

Problem kejiwaan tersebut juga banyak terjadi pada seluruh muka dunia,termasuk indonesia. Stress, depresi dan berbagai penyakit psikologis.

Menurut  Fromm adalah  pribadi yang produktif yaitu pribadi yang dapat menggunakan secara penuh potensi dirinya. Kepribadian yang sehat menurut Fromm ditandai beberapa hal antara lain pola hubungan yang sehat (konstruktif), bukan atas dasar ketergantungan ataupun kekuasaan dalam hubungan dengan orang lain, kelompok, dan Tuhan. Transendensi (kebutuhan untuk melebihi peran-peran pasif, melampaui perasaan tercipta menjadi pencipta yang aktif-kreatif). Perasaan berakar yang diperoleh melalui persaudaraan dengan sesama umat manusia, perasaan keterlibatan, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat. Perasaan identitas sebagai individu yang unik. Memiliki kerangka orientasi (frame of reference) yang mendasari interpretasinya yang objektif terhadap berbagai peristiwa. Individu menurut Fromm adalah pribadi yang teralienasi. Ia adalah orang asing bagi dirinya sendiri, sama seperti sesamanya menjadi asing baginya. Ia mengalami orang lain dari dirinya sendiri tidak sebagaimana adanya, tetapi terdirtorsi lantaran kekuatan-kekuatan bawah sadar yang bekerja di dalam dirinya.

About these ads
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.