Psikologi Ceria^^

It's all about Psikologi..

Teori Belajar Menurut Skinner April 25, 2010

Filed under: Uncategorized — punyabunga @ 6:57 am

Pengkondisian Tipe S dan Tipe R

Ada dua jenis pengkondisian. Pengkondisian Tipe S juga dinamakan Respondent Conditioning (pengkondisian responden) dan identik dengan pengkondisian klasik. Tipe ini disebut dengan tipe S karena menekankan arti penting stimulus dalam menimbulkan respon yang diinginkan.

Tipe R dinamakan Operant Conditioning (pengkondisian operan). Tipe R dinamakan tipe kondisi yang menyangkut perilaku operan karena penekannya adalah respon. Dalam pengkondisian tipe R kekuatan pengkondisiannya ditunjukkan dengan tingkat respon (respon rate).

Maka dapat kita lihat bahwa pengkondisian tipe R Skinner menyerupai pengkondisian instrumental Thorndike, dan pengkondisian tipe S Skinner identik dengan pengkondisian klasik Pavlov.

Sistem Kerja Skinner Box

Skinner membuat eksperimen dalam laboratoriumnya dengan memasukkan tikus kedalam kotak yang disebut “Skinner Box”.  Kotak ini sudah dilengkapi dengan berbagi perlengkapan yaitu tombol, alat pemberi makan, penampung makanan, lampu yang diatur nyalanya dan lantai yang dialiri oleh listrik.  Karena dorongan lapar sang tikus (hunger drive), si tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Selama tikus itu bergerak kesana-kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja tikus itu menekan tombol sehingga makanan keluar. Secara terjadwal, diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang di tunjukkan oleh tikus tersebut, sehingga proses ini disebut shapping.

Tujuan dari eksperimen ini sendiri adalah bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. Maksudnya adalah penegtahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Selain itu mengahsilkan hukum-hukum dari teori belajar yaitu:

1. law of operant conditioning, yaitu jika timbulnya perilaku yang diiringi dengan stimulus penguat , maka perilaku itu menguat

2.law of operant of extinction, yaitu jika timbulnya operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat , maka perilaku itu akan menurun.

Penguat Positif dan Negatif

Untuk meringkas pandangan Skinner tentang penguatan, pertama kita punya primary positive reinforcement (penguat positif primer). Ini adalah sesuatu yang secara alamiah memperkuat bagi organisme dan berkaitan dengan survival, seperti makanan dan minuman. Setiap stimulus netral yang diasosiasikan dengan penguatan positif primer akan menerima karakteristik penguat sekunder. Sebuah penguat positif, entah itu primer atau sekunder asalah sesuatu yang apabila ditambahkan ke situasi oleh suatu respons tertentu, akan meningkatkan probabilitas terulangnya respons tersebut.

Primary negatif reinforcer (penguat negatif primer) adalah sesuatu yang membahayakan secara tidak alamiah bagi organisme, seperti suara yanga amat tinggi atau setrum listrik. Sebuah penguat negatif, entah itu primer atau sekunder adalah sesuatu yang jika dihilangkan dari situasi oleh respons tertentu, akan meningkatkan probabilitas respons tersebut.

Misalnya, pada kotak Skinner ditata sedemikian rupa sehingga sebuah suara yang memekakkan berhenti ketika tuas ditekan, maka respon penekanan tuas itu akan segera dikuasai. Dalam kasus ini, dalam penekanan tuas si hewan, bisa menghindari pengalaman merasakan suara yang menyakitkan. Perhatikan bahwa penguatan positif tidak disebut positif lantaran respons menghasilkan sesuatu menyenangkan atau diinginkan. Demikian juga penguat negatif tidak dikatakan negatif lantaran respon menghasilkan sesuatu yang buruk tau tidak menyenangkan.

Perilaku Verbal

Skinner menggolongkan respon verbal berdasarkan bagaimana mereka terkait dengan penguatan, yakni dari segi apa yang mesti dilakukan agar respon itu diperkuat. Klasifikasi ini didiskusikan secara singkat sebagai berikut :

  1. Mand

Skinner (1957) mengatakan, “Mand dicirikan oleh hubungan unik antara bentuk respons dengan penguatan yang secara khas diterima dalam komunitas verbal tertentu. Terkadang untuk menyebut relasi ini kita bisa mengatakan bahwa sebuah mand “menspesifikasikan” penguatannya. Dengar! Lihat! Stop! dan Katakan ya! Adalah ucapan yang ditujukan untuk menentukan perilaku pendengarnya; namun ketika seseorang yang lapar berteriak meminta Roti!, atau tambah Supnya!, dia sedang menentukan penguatan utama. Kedua perilaku dari pendengar dan penguatan utama itu sering dispesifikasikan. Mand tambah garam!, misalnya, menspesifikasikan tindakan (menambah) dan penguatan utama (garam)” (h.37).

Kata mand berasal dari fakta bahwa ada permintaan (demand). Ketika permintaan dipenuhi, ucapan (mand) diperkuat, dan saat kebutuhan seseorang muncul lagi di waktu yang lain, orang itu kemungkinan akan mengulangi mand tersebut.

  1. Tact

Skinner (1957) mengatakan, “Contoh tipe operan ini adalah ketika anak, yang berhadapan dengan boneka, sering mendapat sejenis penguatan umum dengan mengatakan boneka; atau, mahasiswa zoology diperkuat jika ketika ia mengatakan ikan teleos saat di depannya dihadirkan ikan teleos atau gambarnya. Tidak ada istilah yang memadai untuk tipe operan ini. “Tanda”, “simbol”, dan istilah teknis dari logika dan semantik mengingatkan kita pada skema referensi khusus dan menekankan respons verbal itu sendiri. Istilah “tact” akan dipakai di sini. Istilah ini mengandung kesan mnemonik (mnemonic) dari perilaku yang “membuat kontak dengan” dunia fisik. Suatu tact bisa didefinisikan sebagai operan verbal di mana suatu respons bentuk tertentu dimunculkan (atau setidaknya diperkuat) oleh objek atau property atau kejadian tertentu. Kami menjelaskan kekuatan ini dengan menunjukkan bahwa dengan adanya objek atau kejadian, respons dari bentuk itu secara khas diperkuat dalam komunitas verbal tertentu” (h. 81-82).

Secara umum, tact adalah penamaan objek atau kejadian di lingkungan dengan tepat, dan penguatannya berasal dari penguatan kesesuaian antara lingkungan dan perilaku verbal seseorang.

  1. Echoic Behavior

Suatu echoic behavior adalah perilaku verbal yang diperkuat saat perilaku verbal orang lain diulang secara verbatim (persis kata demi kata). Echoic behavior sering merupakan prasyarat untuk perilaku verbal yang lebih kompleks; misalnya, seorang anak pertama-tama harus menirukan suatu kata sebelum anak itu bisa belajar cara menghubungkan kata itu dengan kata lain atau dengan suatu kejadian. Jadi, tindakan mengulangi sesuatu yang dikatakan orang lain akan diperkuat, dan ketika respons ini telah dikuasai, ia akan memungkinkan pembicara untuk mempelajari lebih banyak hubungan verbal yang kompleks.

  1. Autoclitic Behavior

Menurut Skinner (1957), “Istilah autoclitic dimaksudkan untuk menunjukkan perilaku yang didasarkan pada, atau bergantung pada, perilaku verbal lain” (h.315). Fungsi utama autoclitic behavior adalah untuk mengkualifikasikan respons, mengekspresikan relasi, dan menyediakan kerangka gramatikal untuk perilaku verbal.

Kontribusi Skinner di Bidang Pendidikan

Jika dihubungkan dalam dunia pendidikan skinner manganggap bahwa belajar akan efektif apabila :

1. Disajikan secara bertahap

2. Pembelajaran segera diberi umpan balik

3. Mampu belajar dengan caranya sendiri

Menurut skinner fungsi utama pendidikan adalah mengatur kontingensi penguatan sehingga perilaku yang dianngap penting bisa ditingkatkan.Skinner lebih menekankan pada penguatan ekstrinsik,dan menganngap penguatan intrinsic tidak penting.Para Skinnerian menganggap bahwa individu belajar dengan kecepatan yang berbeda-beda.Mereka menangani siswa secara individual atau member satu kelompok siswa dengan materi yang memungkinkan siswa belajar sesuai kemampuannya sendiri .Skinnerian menghindari pemberian hukuman,mereka akan memperkuat perilaku yang tepat dan mengabaikan perilaku yang tak tepat.Skinerian menganggap bahwa problem perilaku disekolah adalah akibat dari perencanaan pendidikan yang buruk.

Misalnya saja dengan pemberian terlalu banyak paket pelajaran yang tidak mudah dipahami,menggunakan disiplin keras untuk mengonrol perilaku,menggunakan perencanaan yang harus dituruti oleh murid,atau mengharuskan murid melakukan sesuatu yang tidak beralasan.Menurut Skinnerian inilah problem yang biasanya dilakukan oleh sekolah yang membuat murid menjadi bermasalah.Seharusnya para guru meninggalkan cara lama dan lebih membuka diri mereka.Jika mereka mengajar jauh lebih baik maka murid-murid pun akan berubah menjadi lebih sopan,pandai,tanpa harus menekankan pada hukuman untuk mengubah perilaku

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s